Cara Agar Hamil Bahagia, Melahirkan Nyaman, Menyusui Lancar
November 20, 2016Sayang banget karena kulwap ini terlewatkan gegara paket data habis. Padahal pas banget sama kondisi saya sekarang. Tapi Alhamdulillah syukurnya setiap selesai kulwap bakalan ada resumenya. Terimakasih ya tim Sabumi Bandung. Saya tetap bisa mendapatkan sesuatu meski enggak ikut live kulwapnya (enggak ikut nanya).
Memang sebuah tantangan yang luar biasa untuk tetap bahagia di saat mual, pusing, muntah, sementara suami dan anak-anak juga butuh perhatian. Belum tugas dan peran sebagai istri dan juga ibu. Bagaimana setelah hamil besar? Ada lagi deh tantangannya. Nah kira-kira apa nih tips dari Mba Rizky Maharani Eka Putri, S.KM, M.Giz, Cht, KL? Mari disimak.
Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh
Halo bunda-bunda sholihat, semoga selalu dalam lindungan Allah Subhannahu wata’ala.
Tema kita kali ini mengenai kehamilan, kelahiran dan menyusui.
Hmmm, emak emak banget yaaa!
Salah satu momen membahagiakan adalah ketika kita tahu bahwa kita hamil, ada makhluk hidup bersemayam dalam tubuh kita.
Lalu apa yang terbayang saat kita tahu bahwa kita hamil dan akan menjalaninya 9 bulan ke depan?
Mual? Muntah? Aktivitas terbatas? Lahiran yang menyeramkan? Trus nanti lahir dikasih mimik apa ya? Makanan pertamanya gimana? Dan seterusnyaa…
Ketahuilah bunda bahwa sejak hamil penting sekali melibatkan pasangan, mengajak ke dokter atau bidan bersama, ke kelas-kelas kehamilan bersama, hingga sharing bersama. Ibu akan merasa terdampingi dan hal ini sangat meringankan ibu hamil.
Hamil yang bahagia akan membentuk karakter anak kita seperti apa nantinya, begitu pula saat dia akan dilahirkan. Apakah suasananya menegangkan?
Apakah suami saya bisa menenangkan saya?
Apakah saya bisa pasrah dan rileks saat proses kelahiran menyambut buah hati?
Mempersiapkan birthplan sangat penting bagi ibu yang akan bersalin. Tidak bisa mendadak memutuskan siapa yang menemani ibu ruang bersalin saat itu juga, jika tidak ada pembukaan normal akan ada tindakan A, B, C, dst dan diputuskan mendadak.
Buatlah birthplan Anda!
Boleh loh bunda menyisir rambut dulu biar rapi demi menyambut buah hati, siapkan senyum manis atau lakukan apa saja yang membuat ibu bahagia saat bayi akan lahir.
Nah, bayi sudah lahir lalu bagaimana perlakuannya? Seberapa penting inisiasi menyusu dini itu?
Prosedur yang tepat inisiasi menyusu dini seperti apa?
Lalu kalau ASI masih tes..tes aja saya harus ngapain?
Dan seterusnya.
Bunda, hamil, persalinan yang nyaman, dan menyusui membutuhkan dukungan positif dari lingkungan, pemberdayaan diri sendiri seperti mencari ilmu terbaru tentang hal-hal tersebut, hingga olahraga hamil (latihan nafas, senam hamil, dll).
Saya yakin dengan ilmu yang baik dan lingkungan yang mendukung semua akan berjalan lancar. Ananda pun sehat dan bahagia insya Alloh akan lahir generasi cerdas lahir batin.
Aamiin
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Pertanyaan #1
Assalamu’alaikum, saya teh Sugi, punya 2 anak, yang pertama 3,7 tahun, yang kedua 5 bulan. Saya mau tanya untuk anak saya yang pertama, saya sulit sekali menaikkan berat badannya. Padahal sudah cukup normal untuk porsi asupannya. Sekarang berat badannya 14 kg. Sudah coba mengikuti beberapa panduan juga, tapi masih belum berhasil. Terima kasih.
Jawaban:
Wa’alaikumsalam, hai teh Sugi.
Disebut normal itu bagaimana? Bisa cek di KMS, konsul ke ahli gizi terdekat, porsi asupan anak-anak sudah bukan 4 sehat 5 sempurna, tapi gizi seimbang. Sesuaikan kebutuhan dan aktivitas. Oh ya, perlu diingat genetik juga pengaruh ya.
Sampaikan tentang pentingnya makan yang beragam, mungkin porsi kecil tapi sering.
Semangat ya Bun.
Saya yakin banyak ibu yang pengen anaknya gendut tapi ibunya ga mau gendut.
Pertanyaan #2
Pertanyaan saya mengenai Baby Blues teh Rizky.
Sekarang saya sedang hamil ketiga, anak kedua. Anak pertama ketika lahiran saya terserang Baby Blues yang berkepanjangan. Sampai sekitar 9 bulanan semenjak melahirkan. Diakui bahwa ketika melahirkan anak pertama, saya dihimpit oleh berbagai permasalahan rumah tangga saya sehingga ketika punya baby, saya merasa semakin terhimpit sehingga akhirnya dapat Baby Blues.
Yang jadi pertanyaannya, apakah Baby Blues dipengaruhi permasalahan yang ada? Jika tidak, alhamdulillah saat ini saya tidak sedang merasa terhimpit oleh permasalahan apapun. Namun apakah kemungkinan terkena Baby Blues itu masih ada? Karena saya parno banget jika harus kena Baby Blues lagi.
Lalu kiat-kiat apakah yang bisa dilakukan untuk menghindari Baby Blues?
Syukron sekian pertanyaan dari saya. Mohon maaf agak panjang.
Jawaban:
Hai teh Fauziah, ah selamat ya hamil yang ketiga.
Mungkin tadi sudah baca ya mengenai birthplan atau rencana persalinan.
Bunda tulis apa saja yang bunda inginkan, harapkan, plan A, plan B, dst
(saya ada tapi cari dulu).
Bila bunda menginginkan happy, tanpa Baby Blues atau apalah yang ditakutkan, ya betul betul afirmasi positif, banyak baca tentang persalinan (gentlebirth misalnya), bergabung dengan grup ibu hamil, bertemu karena penting untuk menyalurkan energi positif.
Ajak suami sertakan selalu, sampaikan dengan tegas apa yang ibu rasakan dan ibu mau.
Saya rasa suami ibu akan paham
karena hamil, melahirkan, menyusui adalah proses bersama pasangan.
Kurang lebih seperti itu.
Bisa japri saya bila ibu menginginkan grup kehamilan di daerah Bandung.
Pertanyaan #3
Assalamu’alaikum teh Rizky. Sekarang saya lagi mengandung anak ketiga, usia kandungan 38w, sedang menanti gelombang cinta judulnya.
Pengalaman melahirkan anak pertama dan kedua alhamdulillah lancar dan romantis, dibantu bidan kesayangan dan alhamdulillah tidak menimbulkan trauma. Belajar tentang gentlebirth dari semenjak kehamilan anak pertama.
Tapi, setelah melahirkan anak kedua saya mengalami prolapsus uteri, hasil konsul dengan dokter, karena masih grade awal masih bisa melahirkan normal tapi tidak bisa di bidan, karena di bidan hanya untuk semua kondisi normal, itu yang bikin galau. Inget masa-masa melahirkan romantis di bidan kesayangan, dan ini harus menghadapi persalinan di rumah sakit dengan segala prosedur rumah sakit, kira-kira masih memungkinkan untuk gentlebirth enggak ya teh kalau melahirkan di rumah sakit?
Jawaban:
Wa’alaikumsalam.
Hai hai haiii sampe merinding saya, dengar cerita ibu gentle birth (GB) sebelumnya. GB itu tidak harus di bidan, tidak harus normal juga. Bisa dilakukan di rumah sakit.
Tentu saja dengan konsul dokter yang pro GB.
di Semarang ada, saya kurang tau kalau di Bandung. Memang ibu perlu beberapa kali konsul dengan pihak RS, GB yang bagaimana yang ibu inginkan.
Artikel ini ada di website GB juga bu Andina.
Selamat menjelang kelahiran ya.
Jangan lupa IMD minimal satu jam.
Pertanyaan #4
Mba Rizky, waktu awal kehamilan saya mengalami keanehan. Sensitif banget, sering nangis karena hal-hal yang sepele, sedih terus. Rasanya enggak enak banget, sambil mual hamil, eh anak sakit, dan orang-orang di sekitar kelihatan enggak memberi support. Sekarang sih tapi lama-lama jadi normal. Waktu browsing, katanya memang normal ibu hamil mengalami depresi karena perubahan hormonal yah? Benarkah memang ada depresi awal hamil? Benarkah karena pengaruh hormonal? Apakah akan terjadi lagi di trimester kedua dan ketiga?
Pertanyaan kedua. Waktu menyusui anak pertama, kayaknya latch on enggak benar. Anak sering ngempeng sejak usia newborn. Menyusu terus, berat badan naiknya enggak banyak, jauh lebih sedikit dibanding kenaikan berat badanl waktu anak sudah mpasi. Rencananya kehamilan kedua ini ingin mengambil kelas persiapan menyusui untuk belajar tentang latch on. Benarkah langkah yang saya buat?
Jawaban:
Saat hamil, memang ada perubahan hormonal, apalagi trimester pertama. Itu wajar saja, namun bila ibu me-reset pribadi bahwa saya ingin hamil happy, tanpa galau galau, insya Alloh juga akan berpengaruh ke hal-hal positif. Kalau bad mood terus tentu saja akan mengganggu aktivitas harian kita. Nah, penting sekali lingkungan ini, apalagi suami untuk memberi kebahagiaan pada pasangan. Saran saya sering-sering dilibatkan saat kehamilan.
Bila berjauhan, bisa dilibatkan saat suami sudah tiba tentunya.
Untuk nanti terjadi lagi atau tidak juga bergantung pengendalian diri ibu. Semua kita bisa atur.
Memang harus kuat-kuat melawan bad mood. Pastikan ibu punya trigger apa saja yang bikin ibu semangat lagi.
Pasca bersalin memang harus segera Inisiasi menyusu dini minimal satu jam. Hal ini sangat membantu ibu sukses menyusui dan penting untuk tau latch on sudah tepat atau belum ya di awal kelahiran.
Baiknya sekali ibu mengikuti kelas menyusui. Sebaiknya dilakukan seblum persalinan supaya semuanya siap, dan sediakan kontak kepada siapa harus menghubungi jika ada kendala. Kendala menyusui sama halnya dengan masalah kesehatan lainnya ya jadi segera kontak tenaga kesehatan.
Bayi maunya terus menyusu dan berat badan susah naik bisa cek tongue tie ya bun. Biasanya ciri seperti itu pada bayi dengan tongue tie atau lip tie. Berikut cek posisi dan pelekatan saat menyusui.
Pertanyaan #5
Assalamu’alaikum mbak.
Saya sedang hamil anak kedua 28 minggu. Anak pertama menjelang 2 tahun. Saya ada kekhawatiran untuk meninggalkan si kakak ketika saya lahiran nanti karena harus dititipkan ke ibu saya. Kondisinya, si kakak belum toilet training dan masih dalam proses disapih. Insya Allah suami selalu siaga. Tapi waktu persalinan pertama, saya pendarahan pasca persalinan dan perlu pembedahan mulut rahim. Lalu bayi juga harus dirawat karena kuning. Khawatir terjadi lagi, berarti suami yang stand by di RS. Sejauh ini, kami hanya sounding ke si kakak.
Pertanyaannya, apa saja yang harus dipersiapkan untuk menghadapi kondisi tersebut?
Terima kasih, mba Rizky.
Jawaban:
Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh mbak Eva.
Mungkin bisa dipersiapkan si kakak misalnya diajak menengok adik bayi, diperlihatkan video persalinan bahwa nanti bunda akan mengalami seperti ini.
Bun, kalau boleh saya tanya bagaimana bila kakak diajak serta ke proses persalinan, dilibatkan bersama.
Mungkin bisa didiskusikan (dulu saya begitu ). Bisa juga si kakak belum bisa membayangkan seperti apa nanti, dst.
Saat ini ibu nursing tandem? Wow, hebat! Tidak apa-apa sampai adik bayi lahir dan diterusnya menyusu oleh si kakak pun-oke saja. Bayi manusia menyapih diri pada usia 4 tahun. Sapihlah dengan cinta, diawali dengan indah, diakhir dengan indah pula.
Sampaikan ke suami, apa keinginan ibu. Buat birthplan lagi-lagi.
Rencana persalinan untuk toilet training memang perlahan. Tiap anak tidak sama. Jadi ibu, rileks saja, insya Alloh semua lancar.
Pertanyaan #6
(Lanjutan 5)
Masih boleh pertanyaan lanjutan?
Saya khawatir pas saya di RS dan si kakak di rumah neneknya lalu mau menyusui. Apa mesti menyiapkan ASIP?
Jawaban:
Hahaha ya bawa saja ke RS. Memang masih butuh ibunya. Boleh menyiapkan ASIP, bawa saja, menginap bersama di rumah sakit.
Ajak dia sambut anggota baru.
Pertanyaan #7
Assalamu’laikum teteh.
Saya Rika, punya putri 1, umur 4 tahun 3 bulan.
Jujur saja kehamilan pertama itu sangat tidak direncanakan karna berbagai keadaan, salah satunya LDM dan saya tinggal di kota Bogor dan kebetulan tidak
ada saudara sama sekali di sana (ortu tinggal di Bandung, mertua di Surabaya).
Saya mengalami mual muntah sampai usia kehamilan hampir 7 bulan. Di samping itu, saya pun mengalami berbagai tekanan pekerjaan kantor.
Dan kebetulan saat melahirkan pun harus diberi tindakan induksi karena sudah pecah ketuban duluan, tapi pembukaan baru 1, dan umur kehamilan kurang 1 minggu.
Setelah melahirkan pun saya mengerjakan semua tugas-tugas rumah dan menjaga anak sendiri plus masih kerja kantor yang akhirnya saya memutuskan resign karena ingin ASI eksklusif.
Qodarullah, saya ngedrop plus terkena vertigo, sampai darah tinggi (kalau tidak salah sempat tensian 150/70), kata dokter karena faktor kelelahan.
Jujur masih rada trauma untuk hamil lagi dan punya anak. Baiknya gimana ya teh menghilangkan trauma tersebut?
Syukron teteh
Jawaban:
Wa’alaikumsalam mbak Rika, saya bisa memahami kondisi mbak Rika.
Kalau saya boleh saran, kehamilan berikutnya minimal kakak usia 3 tahun, selain kakak sudah lebih matang, ibu juga sudah bisa memaafkan masa lalu dan siap hamil kembali.
Sampaikan pada pasangan saya ingin nanti kalau hamil lagi begini. Saya mau misal ayah cuci popok, siapin sarapan, gendong bayi selagi saya cape, dst. Bahwa ibu yang utama adalah menyusui.
Serahkan pada yang bisa didelegasikan, ibu akan sangat lelah lahir batin bila semua dikerjakan seorang diri. Tentu saja hal ini tidak diinginkan.
Kehamilan, melahirkan, menyusui adalah kerjaan bersama, ayah dan ibu.
Adanya anak kan bersama ya, setelah lahir pun bersama. Kurang lebih seperti itu.
Kesimpulan:
Luar biasa ibu-ibu di sini pertanyaaannya beragam sekali. Menyiapkan kehamilan yang bahagia sama pentingnya dengan menyiapkan kelahiran anak, karakter anak, ritme keluarga, yang melibatkan banyak pihak terkait. Siapkan rencana persalinan secara tertulis dan sampaikan pada bidan atau dokter dan juga keluarga.
Ibu hamil, ibu menyusui juga perlu untuk berkumpul bersama, berbagi cerita dan pengalaman karena peristiwa hamil, melahirkan, dan menyusui adalah istimewa dan tidak akan pernah kita lupakan. Jadi, seperti apa semua yang kita inginkan bergantung kita. Tetap semangat, jadilah ibu yang bahagia kala hamil, nyaman dalam bersalin, pastilah menyusui lancar.
Mohon maaf bila ada salah dan kurang.
Kesempurnaan hanya milik Alloh.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
17 Comments
Ikutan belajar, Un..
ReplyDeleteAku uda mengundurkan diri dari sabumi.
Haturnuhun un..resumenya.
Pantesan ga pernah liat dirimu lagi. Biasanya kan eksis pisan ;)
DeleteWahhh senengnya dapet ilmu baru, makasih Teh Shona ;)
ReplyDeleteSama2 san2..
DeletePernah mengalami masa hamil buatku selalu bahagia,aku ga suka kumpul2, kadang justru membuat ribet, ibu hamil harus ini itu, ga boleh ini itu hihii..
ReplyDeleteBuatku hamil dibawa kerja kebanyakan di lapangan tuh always happy.
Jadi kapan hamil lagi teh? :p
DeleteSaya masih penasaran dengan konsep Gentle Birth ini, lumayan pengen banyak tau jadinya.
ReplyDeleteSupport suami itu berarti banget ya mba :)
ReplyDeleteWaktu hamil pertama kali suami borong banyak buku kehamilan.
ReplyDeleteMenjelang kelahiran anak pertama panik banget, karena pengalaman pertama hahaha.
Kayaknya beda orang beda cara menghadapi hamil, menyusui gitu ya mbak. Aku pernah dapat informasi kalau cara paling mudah bahagia adalah menerima hidup dan bersyukur sama apa yang sudah didapat. Tapi ya namanya juga perempuan, jangankan lagi hamil, lagi mestruasi aja moodnya naik turun gitu. Tapi aku dikit2 belajar sih semoga nanti kalau pas hamil dan melahirkan plus menyusui aku selalu happy ^^
ReplyDeletePertanyaan banyak banget ya mba. HIhii
ReplyDeleteKalau aku, juga dibantu dukungan suami, jadi walau sempat nggak keluar ASI, suami tetap dukung
Kayaknya aku perlu juga nih tanya-tanya soal kehamilan soalnya setiap hamil sekarang jadi trauma karena pernah keguguran dua kali. Apalagi suamiku tipikal yang kadang cuek kadang malah parnoan. Bahkan, dokter aja bilang kalau hamil nggak boleh ketakutan tapi gimana ya soalnya pernah punya riwayat keguguran dan kematian janin dalam kandungan.
ReplyDeleteJadi pengen hamil lagi mbak
ReplyDeleteAku sebenarnya lagi ga mau baca pengalaman-pengalaman orang mbak. Aku yakin setiap ibu memiliki cerita sendiri dalam kehamilannya. Dan kita sebagai ibu-ibu lainnya bisa belajar. Tapi ntah kenapa aku merasa terlalu banyak belajarpun bikin aku ga fokus. Seperti sekarang, aku memang ga bisa gentle birth, karena anak pertama SC dan skrg juga (harus) sc lagi (mohon doanya). Dan aku lagi galau sama pemilihan dokter. Wallahu alam, aku serahin sama Allah deh.
ReplyDeletenambah2 ilmu ttgg kehamilan dan melahirkan nih. hhee
ReplyDeleteTFS ya mba :D
Mbaaak, thank you for sharing.
ReplyDeleteSaya lagi sedih karena promil udah 6 bulan belum rejeki. Bismillah yaaa...
Ada rasa penasaran, pengen banget, tapi agak taku, campur aduk pokoknya.
Join web promil, baca artikel parenting, artikel ibu, dll lah.
Kondisi emang masih LDR, jadi suka baper :(
Baca di blog mbak asyik, makasih yaaa... Walaupun masih ada banyak istilah yang belum akrab di telinga. Langsung saya googling ehhehe. :*
saya sebagai bapak2 izin nyimak aja
ReplyDelete