Review Buku #23: 99 Cahaya di Langit Eropa

February 21, 2023

Nggak bosen baca buku tema sejarah terus? 😂 Wkwkwk... udah terlanjur jatuh cinta.. susah pindah ke lain hati 🤭 tapi masih baca buku yang lain kok.

Nah, buku ini merupakan catatan perjalanan Mba Hanum Rais & Suaminya, true story. Di hal 8 Mba Hanum menceritakan bahwa interaksi sosial di dalam cerita & sejarah yang digambarkan nggak dibuat-buat, alias berdasarkan sejarah yang sebenarnya. Dan orang-orang yang terlibat dalam kisah ini sengaja disamarkan biar privasinya terlindungi. Alur cerita juga direkonstruksi ulang untuk memperkuat cerita, tanpa menghilangkan esensinya. Mungkin adanya rekonstruksi ini kemudian menjadi fiction historical ya.

Perjalanan dimulai dari Wina, berlanjut ke Paris, lalu Granada & Cordoba, kemudian Istanbul. Tapi perjalanan ini bukan direncanakan sejak awal saat Mba Hanum masih di Indonesia. Pertemuan Mba Hanum dengan Fatimahlah yang menjadi cikal bakal perjalanan tersebut. Meski perjalanan itu pada akhirnya bukan dengan Fatimah (sedih), melainkan dengan suami Mba Hanum sendiri. Dalam memahami jejak-jejak peradaban, Mba Hanum bertemu dengan kenalan dan juga guide yang paham dengan sejarah islam.

Salah satu momen yang menarik adalah saat di Museum Louvre Paris bersama Marion. Marion seorang mualaf yang tahu banyak tentang sejarah islam bercerita tentang kufic. Di antaranya kufic yang tertulis di kerudung lukisan Bunda Maria, bertuliskan lafadz Laa illaaha illallah... Dan masih banyak lagi momen bikin bulu roma berdiri.

Serunya, habis baca buku ini saya jadi mendapatkan banyak pelajaran, diantaranya:

📍 Mengetahui keunggulan umat islam di masa lalu bikin hati tergerak untuk semangat mengulangi masa itu. Kembali menjadi terdepan & menjadi pemimpin dalam ilmu pengetahuan & peradaban dunia.

📍 Kudu jadi agen islam yang berakhlakul karimah. Sikap Fatma & Natalie Deewan dalam kisah ini patut diacungi jempol

📍 Bagaimana cara hidup di negeri yang mayoritasnya bukan muslim. Jawaban Mas Rangga saat ditanya kenapa nggak makan babi, cerdas menurut saya. Masih ada dialog lainnya yang kalau nggak lapang dada, bisa runyam urusannya 😑

You Might Also Like

0 Comments