Field Trip ke Puncak Bintang, Bukit Moko Bandung
April 27, 2016
Setelah berkunjung ke salah satu blog teman saya Ranti, saya jadi tergiur berkali lipat terlebih saat membaca kata Puncak Bintang, Bukit Moko. "Oh ternyata tidak hanya sekedar nama Cartil, tapi ada lagi yang lebih dari itu." Dan beberapa minggu yang lalu akhirnya saya memutuskan untuk ke sana bersama suami dan anak-anak (baru sempat nulis euy, hehehe..).
Sesampainya di Cartil kami disuguhi pemandangan lautan awan, Masya Allah.... Setelah puas jepret sana sini, kami melanjutkan pendakian dengan menggunakan motor. Meski mobil bisa menuju lokasi, namun agaknya butuh nyali lebih saat pendakian dan jalan yang sempit, kira-kira hanya muat satu mobil. Jadi kalo ketemu mobil lainnya, harus ada yang mengalah dan kadang kala sedap-sedap nikmat jika pertempuan di tepi jurang. Tapi ga serem-serem amat juga sih, tadi pagi ke sana lagi pake mobil, deg deg serrr tapi ajib, wkwkwkw....
Nah, pas udah mau nyampe Puncak Bintang kita akan dikenakan biaya parkir, parkir motor Rp. 5.000,-, sedangkan mobil Rp. 10.000,-. Biaya masuk Rp. 12.000,- dan Alhamdulillahnya anak-anak gratis, hoho... Untuk bisa mencapai lokasi ini, masuknya dari Padasuka Cicaheum. Familiar sama Saung Udjo kan? Gampilnya, pakai map aja, hehe.
Alhamdulillah membuat paru-paru, pikiran dan hati jadi kinclong. Sepertinya akan menjadi destinasi tetap di kala rindu bertafakur. Dan jika usia anak-anak sudah memungkinkan untuk diajak kemping, bakal kemping di Bukit Moko juga nih. Soalnya kedua kalinya ke sini selalu menemukan orang-orang yang lagi kemping.
Tak lupa kami manfaatkan momen ini untuk mendekatkan anak-anak kepada Sang Pencipta. Tentang kebesaran Allah dan keindahan ciptaan-Nya. Dan karena aktivitas kami banyak mendaki dan menurun, tak lupa kami ingatkan anak-anak untuk bertasbih dikala menurun dan bertakbir dikala mendaki.
عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدَ الله رضي الله عنه قَالَ : كُنَّا إذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا وَ إذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا
Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, ”Kami bertakbir, jika menaiki (tempat yang tinggi), dan bertasbih manakala kami menuruni lembah.” [HR Al Bukhari. Syaikh Salim bin Id Al Hilali berkata,” Dikeluarkan oleh Bukhari (6/135-Fathul Bari).” Lihat Bahjatun Nazhirin (2/214)]
Oia, ternyata jika kita pengen rihlah, bisa melanjutkan perjalanan ke Patahan Lembang, sekitar 1.700 meter dari lokasi (+/- 30 menit). Melempar pandangan ke setiap sudut membuat mulut saya tak henti berucap takjub, Masya Allah.... Jika di bumi saja ada tempat seindah ini, bagaimana di surga nanti ya?






14 Comments
seru kayanya.hmm ngomporin dulu my hubby sh :D
ReplyDeleteWaaaah itu adek adeknya lucu banget mbaaak kayak kembar...
ReplyDeleteEh kembar gak sih ?
Btw ini juga lagi hits di ig deh mbak kayaknya.. Jadi pengen kesana. Kira kira akses menuju kesana macet nggak ya ?
Pengen banget ke Bukit Moko, belum kesampaian aja nih
ReplyDeletehujan terus sepanjang hari jadi berasa gak akan nyaman...
tahun lalu kan belum sebagus sekarang, jadi beda suasananya juga
Anak anaknya cantik dan menggemaskan mba. Liat tingkahnya aja udah menyenangkan. Apalagi sambil diajak ke sana ya mba. Hihjii
ReplyDeleteTulisan Uni yang beginii niih....ngangenin banget sama orangnya.
ReplyDeleteAdeemm bacanya.
Semoga kita salah satu yang dirindukan surga.
Aamiin.
Wah asyik banget ya Mbak bisa lihat lautan awan tanpa harus jauh-jauh mendaki gunung... Cantik tempatnya :)
ReplyDeleteWaah ini tempat paporitku, kalo lagi bete langsung cus kesana, seneng jalannya, naik turun berasa konsennya
ReplyDeleteMasyaallah itu gunungnya kayak di atas awan gitu ya, kayak pemandangan di lukisan-lukisan.
ReplyDeleteAtuhlah Uni, baca dan lihat poto2 di sini bikin hasrat pindah ke Bandung semakin menyala :')
ReplyDeleteSejuuk tempatnya ih, pingin ke sana
ReplyDeleteseru banget..jalan bareng keluarga... tu anak2.. pada pinter bergaya...bikin gemez..
ReplyDeleteAku ke sana pas magrib. Bintang nya nyala.
ReplyDeletetempat ini aku baru tahu. pasti keren banget ya
ReplyDeletesi kecil cakep banget ..imut-imut kompak yaaa
ReplyDelete