#2 Bunda, Mari Bersamaku Menghafal Al-Qur'an

August 12, 2022

 


الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات 

اشهد ان لا إله إلا الله و اشهد ان محمدا رسول الله ، أما بعد

Sahabat Ummahaat yang dirahmati Allah... 

Segala puji atas Rahmat, kasih sayang Allah yang sangat berlimpah utk kita... 

Kali ini syukur itu tertuju, karena Allah ijinkan kita utk saling mengingatkan dan menguatkan dalam mengamalkan saling tolong menolong dalam Birr (kebaikan) dan Taqwa... 

Shalawat dan salam kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, yang hingga saat ini senantiasa kita harapkan dapat menjadi umatnya yg ittiba' kepada beliau shallallahu alaihi wa sallam.

Mungkin... dari materi yg sudah dikirimkan admin, merupakan bacaan murajaah bagi semua teman2 di sini... karena bisa jadi saya hanya mengulas ringkas kembali atas apa yang pernah menggugah dan mengingatkan saya saat futur dengan menghafal Al-Qur'ān.

Sehingga saat diminta untuk menyampaikan tema yg diajukan admin. Awalnya saya menolak, karena sangat banyak yang lebih layak. Namun, ketika admin menyampaikan bahwa ini adalah untuk *kita yang sama2 berjuang*, maka bismillah, saya bersedia untuk menjadi bagian di dalam perjuangan tentang menghafal ini...

Semoga Allah ijinkan kita, bergabung pada barisan "Hamalatul Qur'an", yang menjadikan Al-Qur’an senantiasa dibawa di dalam dada, dan dibawa dalam setiap amal dan langkah kita. Aaamiib Allahumma aamiin. Itu dulu untuk Muqaddimahnya... ☺️ Materi di postingan sebelum ini.

Q & A

1. Riska_Bandung

Bismillah. Pada dasarnya hampir semua muslim percaya/mengimani Al Qur'an.. tp blm tentu mencintai sehingga untuk Istiqomah itu terasa berat. Bagaimana cara menumbuhkan cinta terhadap Al Qur'an?

Jawaban:

Bismillah... jazaakillah khair Teh Riska atas pertanyaannya... 

Setiap klaim cinta pasti memerlukan pembuktian. Setiap cinta perlu perjuangan dan pengorbanan. 

Sependek yang saya pahami, menumbuhkan cinta harus dimulai dengan mengenal, apa itu Al-Qur'ān, bagaimana yg Allah inginkan dari kita thd Al-Qur'ān. Sebagaimana dibahas di materi, Cinta kepada Al-Qur'ān (Firman Allah), tidak akan lepas dari cinta kepada Allah. Biasanya kita mencintai seseorang, kita akan peduli dan perhatian dengan apa yang disampaikan oleh dia yg kita cintai. Contohnya ini masih di manusia. Namun kita paham bahwa cinta ada ujian dan godaannya. 

Begitu juga dengan cinta kepada Al-Qur'ān, kita perlu mengenal Al-Qur'ān lebih dalam, lebih khusus lagi dimulai dari mengenal dan cinta kepada Allah. Mulai ditahapi bahwa kita (muslim) punya kebutuhan terhadap Al-Qur'ān. 

Kenapa butuh? Karena kita adalah produk Allah yang diberikan Buku panduannya berupa Al-Qur'ān. Agar fungsi (tujuan penciptaan) kita maksimal, maka kita perlu merujuk kepada Al-Qur'ān yang menjadi pelajaran dan petunjuk/pedoman, bahkan menjadi obat dan penyucian bagi jiwa kita. Asal; kita memenuhi tahapan2 dalam Al-Qur'ān tersebut dengan memahami dan mengamalkannya. 

Tambahan utk istiqomah; dalam Al-Qur'ān, ayat terberat yg diterima Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah ayat tentang istiqamah. Maka pelajarannya: tidak ada istiqamah tanpa perjuangan. Karena sesuatu yg bertumbuh itu adalah sesuatu yang bisa menetap (fokus). Maka ikhtiarkanlah utk ini dg perangkat2nya... serta jangan pernah tinggalkan meminta pertolongan kepada Allah atas setiap ikhtiar atau niat  kita. Allahu a'lam ✅

2. Ummu A_Bdg

Izin bertanya Ustadzah.. Bagaimana cara menjaga keikhlasan hati dalam menghafal?

Jawaban:

Jazakillah khair Ummu A atas pertanyaannya. Saya bisa dipanggil Uni saja, bukan Ustadzah Umm... 😘🙏🏼

Cara menjaga keikhlasan hati. Ttg keikhlasan, ini hanya terkait dg diri kita dan Allah subhanahu wa ta’ala. Dia tidak terlihat, namun memberi jejak dalam diri seseorang. Untuk penjagaannya, tentu tidak bisa kita lepaskan dari permintaan (doa) kita kepada Allah. Semoga Allah menjaga setiap niat dan amal kita, baik d awal, tengah dan akhir kelak. Karena ini ranahnya hati dan Allah, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam selalu mendawamkan doa utk ketetapan hati dalam agama. Apalagi kita. 

Lalu setiap godaan yang hadir, berusahalah untuk menepisnya, karena jika diikuti sehingga membuat kita malah mundur, malah kita yang akan rugi. Bahkan iblis sendiri mengakui bahwa hamba Allah yg tidak akan termakan godaannya adalah yang Ikhlas... 

Maka ikhlas juga perlu diperjuangkan. Bahkan saking rahasianya ikhlas ini, Ulama Fudhail bin Iyadh mengatakan bahwa berkali-kali beliau mencoba menata hatinya utk ikhlas, maka berkali-kali juga godaan setan ini muncul dalam bentuk yang lain. Sehingga tanpa pertolongan  Allah dan mengakui kelemahan kita, maka keikhlasan belum mampu kita raih. 

Namun, intinya perbanyaklah mengingat Allah dalam setiap usaha kita dalam menghafal. Jika ada perubahan2 pikiran atau niat, istighfar kepada Allah. Minta lagi dan lagi dengan doa, utk mendapatkan taufiq dari Allah agar terjaga dalam niat dan amalan kita ketika menghafal. Allahu a'lam ✅

3. Hamba Allah_Bandung

Ijin bertanya umm.. menjadi teladan untuk anak itu sangat penting ya um. Seperti kata Ustadz Budi, kalau mau anak-anak mudah mendengarkan kita, jadilah idola bagi mereka. Tapi dalam pelaksanaannya terutama menghafal Qur'an, rasanya sudah tertinggal. Ingin mengejar tapi tak secepat anak dalam menghafal. Bagaimana caranya agar ridha ya umm, tapi tetap semangat mengejar ketertinggalan.

Jawaban:

Jazaakillah khair pertanyaannya Umm. 

Betul Umm. Untuk menjadi idola, jika kita kalah di menghafal, maka kita gunakan kelebihan kita yg lain Umm. Jika utk menghafal sudah tertinggal, justru jadi penyemangat kita dg adanya anak2 kita yg hafalannya lebih dulu banyak dari kita. 😘

Selama anak2 punya yg diidolakan dari kita meski bukan hafalan Qur'an. Insyaallah saat kita mengakui kekurangan kita dalam menghafal (tapi kita tetap menghafal), itu bisa jadi poin bagi kita utk menyemangati diri dan anak2. 

Utk diri: anak2 kita sudah jauh. Minimal walaupun kita ga bisa mengejar, tapi kita masih di posisi berjuang menghafal bersama mereka. Hal yg perlu kita ridha, Allah ijinkan anak2 kita melangkah jauh agar kita bisa termotivasi juga utk diri kita. Walau mgkn kita ga akan secepat mereka, tapi hal yg perlu kita syukuri, Allah sudah berikan kita anak yg hafalannya banyak. Wujud syukur kita, Ya Allah... dg kurangnya kemampuanku, Kau mampukan anak2ku, maka ijinkan juga aku mampu dengan segala kelemahanku Ya Allah. Bimbing aku agar tetap menikmati walau masih tertinggal. 

Utk anak2: kelebihan yg Allah berikan hingga memudahkanmu utk menghafal di usia kecil, harusnya membuatmu makin bersemangat dg Al-Quran. Saatnya sekarang kamu yg mengecek atau mendengar murajaah Ummi. Jadi utk ini bisa jadi kamu yg jadi gurunya Ummi.  Ingatkan ummi kalau ummi lalai menghafal ya. Jadikan motivasi bersama.

Oia, tambahan utk keteladanan adalah

1. Konsisten 

2. Kewibawaan

3. Landasi dengan kasih sayang. 

Ini terinspirasi dari doa Nabi Zakaria alaihissalam Na. Saat melihat Maryam dapat makanan tanpa sebab apapun. Maka beliau alaihissalam berdoa meminta keturunan. Dan Allah kabulkan. Ibarat hadiah mendidik maryam, Allah anugerahkan Nabi Yahya alaihissalam. Tambahan lagi, juga pengalaman pribadi Uni. 😔😓 Allahu a'lam. ✅

4. Bismillah. Izin bertanya ustadzah, Bagaimana cara mempersiapkan hati dan pikiran untuk memulai untuk menghafal Alquran, agar terus bisa konsisten untuk terus ziyadah dan murojaah? Dan kapan waktu yang pas untuk kita ibu2 menghafal Alquran?

Jawaban:

Jazaakillah khair pertanyaannya Umm. Ke depannya ijin dipanggil Uni Za saja ya.. 

Semua berawal dari kemauan (niat), semoga Allah mampukan. Kalau utk menghafal, masing2 kita punya waktu tenang yg berbeda2 utk menghafal. Atau kalau belum ketemu, bisa dicoba2. Namun biasanya, kebanyakan guru menganjurkan Ziyadah itu di  waktu sahur hingga pagi hari. Utk pemula, seperti saya, biasanya saya tdk mulai banyak2, mulai 1-3 baris dulu, lalu ditakar, kita mampu atau tidak. Dalam sepekan dibuat jadwal 1 hari utk mengulang yg sdh dihafal 6 hari. 

Utk konsisten, kalau masih awal, mulai murajaah sedikit2 dulu tiap hari, atau kalau belum mampu, buat target, bulan ini murajaah 3 kali sepekan, bulan depan 4 kali, hingga bisa tiap hari. Gpp utk awal yg masih berat dimulai spt ini, asal kita ada perkembangan. 

Satu lagi, yg membuat kita konsisten dari sisi ikhtiar, krn dari doa jelas harus selalu ya. Dengan bergabung di halaqah. Jadi ada teman, ada guru utk setoran, dan menyiapkan waktu. 

Masing2 kita Allah beri keluangan yg berbeda, maka siasati itu, dan usahakan selalu ada peningkatan meski *sedikit*, lalu syukuri dan usahakan lebih baik lagi. Walau kadang banyak godaan, dan terhalang, ulang ulang lagi.. dan minta ampun serta minta tolong lagi... Allahu a'lam. ✅

5. Um... apakah mendengarkan murrotal sambil beraktifitas diperbolehkan.. semisal saat memasak, menyetrika, dll. Krn bagi saya pribadi, sangat membantu dari segi hafalan & muroja'ah. Pernah dengar, kalau ketika ayat dibacakan kita harus diam. Maksudnya benar-benar diam, atau bagaimana um? Selama saya mendengarkan sy berusaha mendengarkan dengain baik & tidak berbicara. Hanya tubuh yg aktif bergerak.

6. NN_bandung

Jazaakillah khair atas materi & penjelasannya um. Izin bertanya, apakah efeknya akan berbeda jika menghafal Qur'an dengan adab dan dengan yang tanpa adab? Kira-kira apa saja perbedaannya. Karena ternyata mengamalkan adab juga butuh kesabaran & perjuangan.

Jawaban:

5&6 Jazaakumallah khairan atas pertanyaannya... 

Ijin saya menjawabnya dg jawaban guru saya saat ditanya terkait hal ini:

Jadi terkait Interaksi dg Al-Quran kita ada waktu2 berikut:

1. Waktu wajib kita interaksi dg Al-Quran (Wirid), maka saat ini maksimalkan semua adab2nya. Sehingga Allah berikan berkah atas interaksi kita dg Al-Quran. Apakah itu tilawah atau menghafal atau murajaah. 

2. Waktu tidak wajib, yaitu diluar waktu wirid kita. Utk ini diperbolehkan dg mendengarkan muratal. Atau sambil mengerjakan pekerjaan rumah kita mengulang2 ziyadah kita. 

Ahsannya dengan tetap menjaga adab semaksimal kita mampu. 

Adapun ayat ttg menyimak Al-Quran ketika dibacakan, itu disambung ayatnya agar kita mendapat Rahmat Allah. Karena hadits juga menjelaskan bahwa majelis yg dibacakan Al-Quran di dalamnya akan mendapat rahmat Allah. Jadi ini diutamakan. Adapun dalam kondisi kita mmg beraktifitas, namun hati dan lisan kita masih mengikuti, insyaallah masih boleh Umm. 

Terkait adab... kalau kaidah ulama, adab itu membantu memahamkan ilmu dan mendapatkan rahmat Allah. Karena Al-Quran adalah ilmu, maka menghormati ilmu sesuai dengan adab2 nya akan memberi efek berbeda dari sisi keberkahannya. Karena salah satu berkah adalah saat ilmu itu kita dapat dan kita amalkan. 

Jadi pada intinya posisikan adab semampunya kita saat diluar wirid kita. Semampu itu bukan berarti seadanya, apalagi menyepelekannya. Karena Al-Quran adalah sesuatu yg mulia, maka sesuatu yg mulia tidak layak dihadapi tanpa hadirnya hati dan adab terbaik kita. Secara hati dihadirkan mengingat dan meresapinya, secara fisik dimaksimalkan adab2nya.

Allahu a'lam. Tambahan: sebab saat haid pun, jika kita memegang yg dilarang tilawah, Ustadzah juga mengingatkan utk tdk meninggalkan mendengar muratal, utk membantu hafalan. 

Tambahan: ruh yg dihasilkan dg adab dan tanpa adab akan jauh berbeda. Krn Al-Qur'ān ini yg disentuh bukan hanya indera kita (lisan atau pendengaran), namun ia akan menyentuh hati kita. Krn Al-Qur'ān adalah Ruh yg menghidupkan jiwa kita.

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَاۚ مَا كُنتَ تَدْرِى مَا ٱلْكِتَٰبُ وَلَا ٱلْإِيمَٰنُ وَلَٰكِن جَعَلْنَٰهُ نُورًا نَّهْدِى بِهِۦ مَن نَّشَآءُ 

مِنْ عِبَادِنَاۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

QS. Asy-Syura 52

Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) ruh (Al-Qur`ān) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (Al-Qur`ān) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur`ān itu cahaya, dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus

Allah menamakannya ruh, karena dengan ruh itulah jasad manusia hidup, dan hati serta ruh hanya bisa hidup dengan al-Qur`an, dan dengannya pula semua maslahat dunia dan agama menjadi hidup, karena di dalamnya terkandung banyak kebaikan dan ilmu. (Tafsir As-Sa'di)

7. NN_

Ustadzah, ijin bertanya. Untuk menghafal sebaiknya mulai dari mana? Saya pernah lihat ada program menghafal surat-surat pilihan. Kadang saya merasa belum mampu menghafal per juz. jadi mending saya hafalkan surat pilihan saja. Apakah pilihan saya tepat ustadzah? Tapi di sisi lain ini melemahkan semangat saya untuk menghafal, terutama di juz 30.

Jawaban: 

Jazakillah khair Umm atas pertanyaannya. Sependek pengetahuan saya, untuk menghafal tidak ada aturan khusus menjelaskan darimana. Tapi kalau dilihat dari hadist Aisyah radhiyallahu anha terkait awal ayat yang diturunkan, adalah Surat2 Mufasshal (surat2 yang pendek2). Walau memang ada hadist2 yang menjelaskan keutamaan surat2 tertentu, Atau ada program menghafal surat2 pilihan, itu juga tidak ada larangan sependek yg saya tahu. 

Namun sejatinya seluruh surat Al-Qur'ān adalah pilihan. Walau mgkn utk awal kita memulai dari surat2 tertentu, tapi alangkah baiknya kita punya program tahapan yang berawal dari menghafal surat2 pilihan, lalu 1 juz hingga terselesaikan semua Surah dalam Al-Qur'ān. 

Satu lagi, yang diharapkan bukanlah berapa banyaknya hafalan, tapi berapa banyak yang tetap dan mengalir dalam kehidupan kita. Sehingga sering diingatkan lebih baik menguatkan yang sudah dihafal sebelum menambah hafalan. Karena yg sdh kuat kita hafal akan menyamankan kita saat menambah yang baru.

Sejatinya menghafal, kita tidak sedang berlomba dengan org lain, tapi kita sedang menyiapkan diri kita, mengisi jiwa dan kehidupan kita untuk menjadi lebih baik dalam berinteraksi Al-Quran (panduan hidup, kalam Rabb kita). 

Jika ingin dimulai dari yang kita suka, yang kita rasa lebih mudah melalui surat2 pilihan, insyaallah tidak dilarang. Namun saat kita sudah mencapai target pendek kita, kita berusaha melanjutkan ke target berikutnya. Allahu a'lam ✅

8. ijin bertanya Umm.. bagaimana ya caranya agar suami juga bisa semangat menghafal? Karena kalau berawal dari pempimpin kan akan terasa lebih mudah, baik bagi saya maupun bagi anak-anak.

Jawaban:

Jazakillah khairan Umm atas pertanyaannya. 

Untuk ranah kemauan beliau (suami) sebelum semuanya, kita minta ke Allah Yang Maha membolak balikkan Hati. Jika ingin teknis langsung, maka bisa dimulai dengan dialog-dialog dari hati ke hati antara suami istri. Tanya pendapat beliau terkait menghafal Al-Qur’an. Atau yg lebih halus, ajak suami ikut kajian2 terkait Al-Qur’an. Atau yang bisa membawa beliau pada lingkungan Al-Qur’an hingga terpantik keinginan utk menghafal. 

Jika sudah terbuka peluang, tanya apa yang bisa kita bantu utk membantu beliau merealisasikan itu utk keluarga. Kuatkan qawamah suami saat menyampaikan usulan kita, semoga Allah gerakkan hati beliau utk menghafal Al-Qur’an. 

Cara lain: Mulai dari keteladanan, kita dulu yg menghafal, dalam proses kita menjalani entah itu yg menyenangkan atau berat atau melelahkan. Saat kita punya kisah2 menarik ttg sahabat atau ulama dulu terkait Al-Qur’an, ceritakan pada beliau. Hingga beliau melihat kita berjuang menghafal berikut anak2, semoga Allah gerakkan hati beliau.

Bisa jadi mgkn kita menyiapkan hafalan yang mau beliau hafal, ketika beliau mulai tertarik. Kita saling mendengarkan. Atau minta suami (saat beliau ridha dan lapang) mendengarkan hafalan atau murojaah kita. Semoga lama kelamaan ada keinginan beliau utk ikut bersama keluarga berinteraksi dengan Al-Qur’an lebih baik dari biasanya. 

Atau jika kita kenal orang yg beliau segani atau hormati (baik itu sahabat atau guru), minta bantuan dengan mengajak suami utk ikut di halaqah Quran. Atau mungkin ada ummahaat lain yang mau berbagi juga terkait hal ini. Allahu a'lam ✅

9. Bismillah Ummi Alief_Bandung

Afwan mohon tips2nya utk membersamai anak berinteraksi dgn alqur'an dgn kondisi ada adenya yg usianya batita dan bayi yg kadang suka minta di perhatikan lebih ketika sedang membersamai kknya berinteraksi dgn alqur'an..syukron.

Jawaban:

Jazakillah khair atas pertanyaannya. 

Ummie Alief yang dirahmati Allah. 

Mohon maaf untuk hal ini, saya tidak bisa banyak menjawab, karena dengan pengalaman 1 batita dan 1 bayi, saya belum tau kecuali minta bantuan suami atau yg dewasa ada di rumah. (Karena saya juga tdk mengalami kondisi tsb).

Kalau tdk ada, maka memaksimalkan yg ada. Mencuri2 waktu saat anak2 kondusif. Atau anak2 tidur, anteng main atau berkegiatan. Jadi semaksimal yang kita bisa menyiasati. Di samping minta pertolongan Allah. 

Kadang ada saat-saat kita betul2 merasa butuh sekali, doa2 kita terhadap anak2 utk menjalani hari itu, Allah mudahkan. Walau kadang banyak drama2 yang menjadikan terputus2 mendampingi anak berinteraksi dengan Al-Qur’an. Allahul musta'an...

Mungkin ada juga Ummahat yg berbagi... 

Semoga bisa memberi jawaban ya Umm. 🙏🏼 Allahu a'lam ✅

You Might Also Like

0 Comments