Review Buku #4:

February 21, 2023

 


Kenapa memutuskan membeli & membaca buku ini?

Kala itu, saya terdampar di @tb.husnulkhuluq yang sedang mengadakan sale besar-besaran. Mengamati dengan seksama sambil mengintip isi kantong, akhirnya saya memilih buku ini.

Kenapa?

Pertama, ternyata hati itu bukan hanya tentang jatuh hati, patah hati, atau sakit hati. Tapi lebih dari itu....

Kedua, hati itu nggak kelihatan tapi punya pengaruh yang besar. Semacam Presiden di sebuah negara, atau Panglima dalam sebuah peperangan tapi nggak kelihatan.

𝘈𝘣𝘶 𝘏𝘶𝘳𝘢𝘪𝘳𝘢𝘩 𝘳𝘢𝘥𝘩𝘪𝘺𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩𝘶 '𝘢𝘯𝘩𝘶𝘮𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘵𝘢, "𝘏𝘢𝘵𝘪 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘳𝘢𝘫𝘢, 𝘢𝘯𝘨𝘨𝘰𝘵𝘢 𝘵𝘶𝘣𝘶𝘩 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢𝘯𝘺𝘢. 𝘑𝘪𝘬𝘢 𝘳𝘢𝘫𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘪𝘬. 𝘋𝘢𝘯 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘳𝘢𝘫𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘶𝘳𝘶𝘬, 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘶𝘳𝘶𝘬."

Ketiga, kalau nggak paham sama kinerja hati, saya nggak akan bisa mengelolanya dengan baik.

Apakah setelah membaca buku ini saya mendapatkan pemahaman yang baik tentang hati?

Jawabannya ya 😊

Dari buku ini, salah satunya saya kemudian paham bahwa hati itu butuh obat jika ia sakit, dan suplemen untuk menjaga kesehatannya.

Hati layaknya tubuh. Ia perlu diperhatikan dan perlu diberi asupan yang bergizi. Dan,

"𝑺𝒖𝒑𝒍𝒆𝒎𝒆𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒂𝒍𝒊𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒎𝒂𝒏𝒇𝒂𝒂𝒕 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒊𝒎𝒂𝒏. 𝑶𝒃𝒂𝒕 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝒑𝒂𝒍𝒊𝒏𝒈 𝒃𝒆𝒓𝒎𝒂𝒏𝒇𝒂𝒂𝒕 𝒂𝒅𝒂𝒍𝒂𝒉 𝑨𝒍-𝑸𝒖𝒓'𝒂𝒏." Halaman 15

Nah, sesuai sama kurikulum pendidikan Nabi kan? Iman sebelum Qur'an.... Dengan mengamalkan ini, penyakit hati seperti iri-dengki, sombong, ujub, riya, sum'ah, dll bisa terobati. 𝘿𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙧𝙖𝙜𝙪𝙠𝙖𝙣 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝 & 𝙨𝙮𝙞𝙧𝙞𝙠.

Kalau dipikir-pikir, penyakit/gangguan psikologis termasuk penyakit hati nggak ya? Hm.... Menarik!

Thibbul Qulub | Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah | Penerbit: Al-Kautsar | Cetakan ke 1, 2018 | Halaman: 257 


Bandung, 15 Desember 2021

You Might Also Like

0 Comments